Rabu, 26 November 2008

Etika Humor di Tempat Kerja

Etika Humor di Tempat Kerja Oleh: Indayati Oetomo (Direktur Internasional John Robert Powers)

Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda. Demikian sepenggal kalimat dalam sebuah iklan di televisi. Kesuksesan seorang profesional kadang kala karena ia mampu meninggalkan kesan menarik di hati banyak orang.

Apa saja kesan menarik ketika kita bertemu dengan orang lain? Penampilan, cara berbicara, dan tentu saja humor. Orang yang memiliki selera humor adalah orang yang menarik.

JOKE DI WAKTU DAN SAAT YANG TEPAT

Semua orang senang memiliki rekan kerja yang ceria dan bersahabat. Mempertahankan suasana hati tetap ceria dan bersahabat bukanlah hal mudah. Karena itu, untuk menjaga suasana kerja nyaman dan hubungan dengan rekan kerja tidak kaku, kita dapat menyam-paikan humor. Ibarat oase di padang gurun, humor dapat digunakan sebagai jurus jitu melepaskan ketegangan. Namun, perlu diperhatikan juga bahwa tidak semua orang menyukai humor. Apa saja yang perlu kita perhatikan dalam menyampaikan humor? Ada beberapa hal penting, yaitu:

1 Pertimbangkan lawan bicara saat menyampaikan humor
Humor atau joke yang berlebihan dapat menyinggung perasaan orang lain. Tidak semua orang menerima humor atau joke yang kita ucapkan. Sebaiknya kita mempertimbangkan siapa yang menjadi lawan bicara. Jika orang yang kita ajak bicara itu konservatif, kita dapat menyampaikan humor melalui body language (bahasa tubuh).Jika orang yang kita ajak bicara itu kaku dan tidak memiliki selera humor, kita dapat memancing dengan ilustrasi atau mungkin gerakan dan sikap yang ramah. Kita tidak perlu me-maksakan diri jika orang tersebut tidak respek dengan apa yang kita lakukan. Sebaiknya kita berpikir positif saja. Mungkin ia sedang menghadapi masalah yang tidak kita ketahui.

2 Kapan menyampaikan humor
Menyampaikan humor di saat yang tepat sangat berguna. Misalnya, saat kita menghadiri meeting atau bercakap-cakap dengan rekan kerja, cobalah cairkan suasana dengan humor. Seorang pembicara dapat menggunakan humor sebelum menyampaikan makalah atau di tengah-tengah acara. Dalam hal ini pembicara menarik audience agar tetap memberikan perhatian terhadap topik yang disampaikan.

BATAS-BATAS MENYAMPAIKAN HUMOR

Ada banyak jenis humor. Humor berbentuk ilustrasi, teka-teki, humor tentang pekerjaan, keluarga, berbau politik, ekonomi, bahkan humor berkonotasi porno.Sebelum menyampaikan humor, kita harus melihat lawan bicara kita. Melontarkan humor di saat tepat pada orang yang tepat akan sangat berguna karena dapat membuat suasana jadi rileks. Saat menyampaikan humor, ada batas-batas tertentu yang harus kita perhatikan. Misalnya, joke yang dilontarkan kepada rekan kerja akan sangat berbeda dengan joke yang kita lontarkan kepada pemimpin atau orang penting lainnya.

Demikian pula joke yang kita lontarkan kepada orang dewasa tidak akan sama dengan joke yang kita lontarkan ke anak-anak. Jadi, kita tidak bisa sembarang melontarkan joke tanpa memedulikan orang yang akan mendengarkan.Untuk mengukur sense of humor seseorang, kita dapat melihat sikap mereka. Orang yang memiliki sense of humor yang tinggi cenderung tidak betah berbicara serius saat sedang dalam kondisi serius. Tak jarang ia akan mengucapkan kata-kata yang akan membuat orang tertawa atau ia menunjukkannya lewat ekspresi wajah.

Menurut beberapa orang, humor akan lebih menarik jika dibumbui hal-hal berbau porno. Namun, harus tetap diingat bahwa tidak semua humor menjadi lebih menarik meski dibumbui hal berbau porno. Sebagai profesional muda, hendaknya humor kita berkisar pada wawasan atau berhubungan dengan pekerjaan. Hindari humor berkesan jorok, menyinggung SARA atau melecehkan. Jangan sampai humor yang kita lontarkan terdengar “asal” karena hal tersebut akan menurunkan kredibilitas kita di mata rekan kerja.MENEGUR TEMANBagaimana jika rekan kerja kita kebablasan menyampaikan humor padahal sedang bertatap muka dengan tamu? Menegurnya secara langsung tidaklah bijak. Teguran langsung di ha-dapan rekan kerja yang lain pasti akan menyinggung harga dirinya. Ia akan malu atau malah melawan jika kita spontan menegur di hadapan rekan-rekan sekerja. Kita dapat mengingatkan agar ia dapat mengontrol diri.

Jangan sampai hal itu menjadi trade mark setiap kali ia berhadapan dengan orang lain. Ada beberapa orang yang tidak tahan jika tidak melucu. Hal itu perlu disyukuri karena kehadirannya membawa suasana yang cukup menyenangkan sehingga mengurangi stres kerja. Mungkin yang perlu dikurangi orang tersebut adalah kata-kata atau kalimat yang kurang pantas didengar. Sekali lagi, apa pun humor yang ingin kita lontarkan, kita perlu memikirkan si pendengar. Jadi, sesuatu yang sangat penting untuk dipertimbangkan adalah sejauh mana orang yang akan kita ceritakan humor tersebut dapat menangkap maksud dari humor itu.

6 Cara Menghemat Waktu

1. Datang kerja tepat waktu:

Walaupun anda datang kerja sedikit terlambat, tapi kegiatan lalu menyalakan komputer anda, mencari minum, menyapa teman dan basa-basi lainnya bisa memakan 30 menit atau bahkan lebih waktu anda. Bila inilah penyebab waktu kerja anda terbuang, biasakan datang lebih pagi.

2. Tentukan prioritas kerja anda setiap harinya:

Sediakan beberapa menit di pagi hari sebelum bekerja untuk menentukan hal-hal apa saja yang harus anda selesaikan hari itu. Ada saat dimana anda tak dapat memegang teguh daftar prioritas tersebut, tapi daftar tersebut tetap menjadi pegangan yang penting. Fleksibilitas memang penting sehingga bila ada pekerjaan mendadak yang penting, segera atur kembali daftar prioritas anda.

3. Jangan menunda-nunda pekerjaan:

Perhatikan daftar prioritas tugas anda. Bila ada tugas yang sama yang muncul dari hari ke hari segera tanyakan mengapa tugas tersebut tidak selesai? Menunda pekerjaan adalah pemborosan waktu. Mungkin anda bisa mencoba sekali waktu dalam seminggu mengerjakan tugas anda dari prioritas terendah dahulu. Atau pindahkan suatu tugas yang mulanya anda taruh pada prioritas rendah ke prioritas yang lebih tinggi.

4. Jagalah waktu anda dalam bertelepon:

Komunikasi telepon seringkali mengganggu pelaksanaan tugas kita. Bila anda sedang mengerjakan pekerjaan penting, matikan pesawat telepon anda, mintalah rekan lain menangani telepon masuk itu dan menuliskan pesannya untuk anda atau terimalah panggilan telepon itu dan bicaralah sesingkat mungkin. Jangan biarkan panggilan telepon mengatur waktu kerja anda.

5. Hindari selalu ingin mendapatkan hasil kerja yang sempurna:

Mencari hal yang sempurna membutuhkan waktu yang lama dan dapat membuang waktu anda. Perhatikan kebiasaan kerja anda; apakah anda sering mengulang suatu pekerjaan/tugas karena anda merasa belum sempurna? Cobalah latih diri anda untuk mendapatkan kepuasan atas hasil kerja anda, walaupun itu mungkin belum sempurna, tapi sudah merupakan hasil terbaik yang dapat anda berikan saat itu.

6. Periksalah berapa lama waktu anda untuk "mengunjungi" rekan kerja anda:

Cobalah catat berapa lama dan berapa kali anda mengunjungi rekan kerja anda dan berbicara untuk hal-hal yang bukan berhubungan dengan pekerjaan. Seringkali hal ini kurang disadari karena dilakukan "sambil lalu" saat mengambil minuman, bertemu dengannya di kamar kecil atau di tempat foto-kopi dsb. Jumlahkan waktu yang anda butuhkan untuk itu dan mungkin anda bisa menghemat banyak waktu kerja anda bila mengurangi "kunjungan" tersebut.

Pada intinya adalah penting bagi anda untuk berusaha menganalisa sedalam mungkin apa saja hal-hal yang membuat anda tidak dapat bekerja dengan efisien. Mungkin cara kerja anda, atau sistem kerja yang anda lakukan, atau kebiasaan-kebiasaan yang boros waktu lainnya. Cobalah pikirkan atau diskusikan dengan rekan lain bagaimana anda dapat menghemat waktu kerja anda.

Economic Press Inc.

Jangan Pernah Berkata....

Bila anda ingin berhasil menjadi BINTANG dalam perusahaan anda, cobalah untuk tidak pernah berkata:

1. "Saya kira hal itu sudah ditangani/dikerjakan oleh orang lain"
Memberikan alasan dengan menyalahkan orang lain menunjukkan adanya hambatan atau ketidak-mampuan pada diri anda untuk mengambil tindakan.

2. "Tidak ada orang yang memberitahu saya"
Mengatakan kalimat ini memberikan citra buruk diri anda di mata atasan anda. Anda akan dinilai tidak memperhatikan dan kurang berinisiatif untuk mencari tahu apa yang terjadi di sekitar anda.

3. "Si A belum melaporkannya kepada saya" atau "Si A sedang mengerjakannya, saya masih menunggu hasilnya"
Keduanya sangat tidak enak didengar. Janganlah sampai anda tak dapat bekerja hanya karena harus menunggu orang lain. Berinisiatiflah--lakukan sesuatu!

4. "Saya tidak punya waktu" atau "Saya terlalu sibuk"
Bila anda sering mengatakan kalimat ini, berarti anda sebenarnya sedang menulis surat pemutusan hubungan kerja anda sendiri.

5. "Tak terpikir oleh saya untuk menanyakan hal tersebut"
Ketidak-mampuan anda untuk memahami tujuan/target tugas anda merupakan indikasi kegagalan anda dalam memahami pekerjaan/ posisi dan perusahaan anda.

Inti pesannya adalah:

Dunia usaha saat ini hanya mempunyai SATU TOLOK UKUR dalam menilai keberhasilan karyawannya: PRESTASI KERJA! Apapun juga hambatannya, adalah tugas anda untuk menghilangkan hambatan tersebut. Bila anda gagal, tidak akan pernah menjadi salah-satu BINTANG perusahaan tersebut!

Bagaimana Menghadapi Kritik Dari Rekan Kerja

1. Jangan menanggapi kritik secara pribadi. Sebaik apapun Anda sebagai seorang karyawan, tiap orang pasti dapat dikritik. Bersikaplah santai dan tenang dalam menerima tiap kritik.

2. Pahamilah bahwa ada orang-orang tertentu yang memang suka memberikan kritik. Mereka selalu melihat prestasi kerja orang lain dari sisi negatif. Terimalah mereka apa adanya.

3. Orang yang berani memberikan kritik umumnya adalah orang yang pandai dan kreatif. Mereka mampu melihat cara-cara lain untuk melakukan suatu pekerjaan dengan lebih baik tapi mereka sampaikan dengan nada yang negatif. Jangan bersikap defensif karena mereka mungkin dapat memberikan usulan yang sangat berguna bagi Anda.

4. Kadang-kadang seseorang melontarkan kritik hanya sekedar untuk melepaskan kekesalan hatinya. Bila ini yang terjadi, jadilah pendengar yang baik. Mungkin yang mereka keluhkan sebenarnya hanyalah sesuatu yang kurang berarti.

5. Dalam menerima kritik apapun juga, cobalah melakukan sesuatu untuk mengatasi masalah itu. Bila Anda tak dapat melakukan apapun juga, katakanlah dengan jujur dan berilah perhatian tulus atas usulan/kritik tersebut.

6. Dengarkan tiap kritik dengan seksama. Bila perlu, bertanyalah untuk menyakinkan bahwa Anda telah menangkap kritiknya.

7. Bila kritikan itu sehubungan dengan kesalahan yang memang Anda lakukan: akuilah dengan jujur. Tiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Tidak perlu Anda merasa malu.

8. Bila rekan Anda mengutarakan kritik atau sarannya, berarti mereka memperhatikan Anda. Saat Anda harus kuatir justru bila tidak ada rekan Anda yang mengkritik Anda!

disadur dari Better Supervision, No. 667/1997

10 Aturan Berteman

1. Hati-hatilah berbicara. Usahakan untuk tidak selalu menyampaikan apa yang ada pada pikiran anda. Gunakan nada yang normal. Bagaimana anda mengatakan sesuatu terkadang lebih penting daripada apa yang akan anda katakan.

2. Tepati janji. Apapun juga akibatnya.

3. Carilah selalu kesempatan untuk dapat memuji/menghargai orang lain. Ucapkan selamat atas hasil kerja yang baik dari teman anda. Bila harus mengkritik, usahakanlah kritik yang membangun dan bukan menjatuhkan/menjelekkan orang lain.

4. Kembangkan rasa tertarik anda pada teman-teman anda. Cari tahulah mengenai keluarga, pekerjaan, hobi dsb. dari teman-teman anda. Ikutlah berbagai atas kebahagian orang lain dan turut merasakan kesedihan rekan yang sedang murung. Usahakan agar tiap orang mengetahui bahwa anda memperlakukan mereka sebagai individu yang spesial

5. Bersikaplah riang. Jangan membuat orang-orang di sekitar anda mendengarkan keluhan, kekecewaan dan kesusahan anda saja. Ingatlah bahwa setiap orang mempunyai masalah juga.

6. Terbukalah. Lakukan diskusi, tapi bukan berdebat tanpa akhir. Adalah suatu pencapaian yang luhur bila anda dapat menyampaikan ketidak-setujuan anda tanpa harus bersikap keras kepala.

7. Biarkan orang lain mengetahui kebaikan diri anda dengan sendirinya. Tidak perlu membanggakan diri atau menjelekkan orang lain. Hindari gosip karena hanya akan membuang waktu anda dan dapat menghancurkan hubungan baik anda dengan orang lain.

8. Pekalah terhadap perasaan orang lain. Menceritakan lelucon tentang seseorang bukanlah suatu hal yang bijaksana dan dapat merusak hubungan and.

9. Tak perlu terlalu terbebani dengan omongan jelek tentang diri anda. Ingatlah bahwa mereka yang menceritakan keburukkan anda belumlah tentu seseorang yang dapat menilai anda dengan sangat obyektif. Memberikan reaksi yang berlebihan terhadap suatu kritikan justru akan makin menunjukkan kelemahan diri anda. Bersikaplah santai dan tunjukkan perilaku sebaliknya dengan sebaik mungkin sehingga omongan itu akan hilang dengan sendirinya.

10. Jangan sombong atas keberhasilan anda. Tetaplah selalu melakukan yang terbaik. Sukses akan lebih manis bila orang lain yang membicarakannya daripada diri anda sendiri.

Di sadur dari: Bits & Pieces © 1999, The Economics Press, Inc.

ciri-ciri orang yg mencintai mu

> 1. Seseorang yang mencintai kamu, tidak bisa memberikan alasan mengapa, ia mencintaimu. Dia hanya tahu, dimata dia, kamulah satu satunya…
> 2. Seseorang yang mencintai kamu, sebenarnya selalu membuatmu marah, gila, jengkel, stress. Tapi ia tidak pernah tahu hal bodoh apa yang sudah ia lakukan, karena semua yang ia lakukan adalah untuk kebaikanmu…
> 3. Seseorang yang mencintai kamu, jarang memujimu, tetapi di dalam hatinya kamu adalah yang terbaik, hanya ia yang tahu…
> 4. Seseorang yang mencintai kamu, akan marah-marah atau mengeluh jika kamu tidak membalas pesannya atau telp-nya, karena ia peduli dan ia tidak ingin sesuatu terjadi ke kamu…
> 5. Seseorang yang mencintai kamu, hanya menjatuhkan airmatanya dihadapanmu. Ketika kamu mencoba untuk menghapus air matanya, kamu telah menyentuh hatinya, dimana hatinya selalu berdegup, berdenyut, bergetar untuk kamu…
> 6. Seseorang yang mencintai kamu, akan mengingat setiap kata yg kamu ucapkan, bahkan yang tidak sengaja dan ia akan selalu menggunakan kata2 itu tepat waktunya…
> 7. Seseorang yang mencintai kamu, tidak akan memberikan janji apapun dengan mudah, karena ia tidak mau mengingkari janjinya. Ia ingin kamu untuk mempercayainya dan ia ingin memberikan hidup yang paling bahagia dan aman selama-lamanya…
> 8. Seseorang yang mencintai kamu, mungkin tidak bisa mengingat kejadian atau kesempatan istimewa, seperti perayaan hari ulang tahunmu, tapi ia tahu bahwa setiap detik yang ia lalui, ia mencintai kamu, tidak peduli hari apakah hari ini…
> 9. Seseorang yang mencintai kamu, tidak mau berkata Aku mencintaimu dengan mudah, karena segalanya yang ia lakukan untuk kamu adalah untuk menunjukkan bahwa ia siap mencintaimu, tetapi hanya ia yg akan mengatakan kata “I LOVE YOU” pada situasi yang spesial, karena ia tidak mau kamu salah mengerti, dia mau kamu mengetahui bahwa ia mencintai dirimu…
> 10. Seseorang yang benar - benar mencintai kamu, akan merasa bahwa sesuatu harus dikatakan sekali saja, karena ia berpikir bahwa kamu telah mengerti dirinya. Jika berkata terlalu banyak, ia akan merasa bahwa tidak ada yang akan membuatnya bahagia dan tersenyum…
> 11. Seseorang yang mencintai kamu, akan pergi ke airport untuk menjemput kamu, dia tidak akan membawa seikat mawar dan memanggilmu sayang seperti yang kamu harapkan. Tetapi, ia akan membawakan kopermu dan menanyakan : “Mengapa kamu menjadi lebih kurus dalam waktu 2 hari?” Dengan hatinya yang tulus…
> 12. Seseorang yang mencintai kamu, tidak tahu apakah ia harus menelponmu ketika kamu marah, tetapi ia akan mengirimkan pesan setelah beberapa jam. Jika kamu menanyakan : mengapa ia telat menelepon, ia akan berkata : Ketika kamu marah, penjelasan dari dirinya semua hanyalah sampah. Tetapi, ketika kamu sudah tenang, penjelasannya baru akan benar - benar bekerja dan berguna…
> 13. Seseorang yang mencintaimu, akan selalu menyimpan semua benda - benda yang telah kamu berikan, bahkan kertas kecil bertuliskan ‘I LOVE YOU’ ada didalam dompetnya…
> 14. Seseorang yang mencintaimu, jarang mengatakan kata - kata manis. Tapi kamu tahu, ‘kecupannya’ sudah menyalurkan semua…
> 15. Seseorang yang mencintai kamu, akan selalu berusaha membuat mu tersenyum dan tertawa walau terkadang caranya membingungkanmu…
> 16. Seseorang yang mencintaimu, akan membalut hatimu yang pernah terluka dan menjaganya dengan setulus hati agar tidak terluka lagi dan ia akan memberikanmu yang terbaik walau harus menyakiti hatinya sendiri…
> 17. Seseorang yang mencintaimu, akan rela melepaskanmu pergi bila bersamanya kamu tidak bahagia dan ia akan ikut bahagia walau kamu yang dicintainya bahagia bersama orang lain.